SMP LTI IGM Jadi Salah Satu Piloting Sekolah Ramah Anak di Palembang

СНПЧ А7 Нижний Новгород, обзоры принтеров и МФУ

WhatsApp-Image-2019-12-12-at-10.36.00

SMP LTI Indo Global Mandiri (IGM) masuk dari empat sekolah piloting sekolah ramah anak dalam proses kegiatan belajar mengajar di Kota Palembang. SMP LTI IGM merupakan satu satunya sekolah swasta bersama sama SMP Negeri 8, SMP Negeri 9 dan SMP Negeri 17 mendapatkan apresiasi dari Dinas Pendidikan Kota Palembang mengingat dan menilai kondisi situasi belajar serta tenaga pendidiknya mempresentasikan sekolah ramah anak oleh Kementerian Perempuan dan Pemberdayaan Anak RI.

Staff Seksi Kurikulum Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang Zulkarnain, M.Pd menyebut dengan status sekolah ramah anak tersebut, SMP LTI IGM ditunjuk menjadi tuan rumah sosialisasi Disiplin Positif yang digelar pada 12 Desember lalu.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini memberikan pemahaman kepada tenaga pendidik di satuan pendidikan untuk mengimplementasikan disiplin positif di setiap proses pembelajaran.

“Mengantisipasi terjadi tindak kekerasan pada anak, baik itu kekerasan fisik maupun mental. Kita berikan bekal tersebut. Dengan tidak melakukan tindakan fisik tersebut, tentu tujuan akan dapat tercapai serta mendongkrak prestasi anak didik di satuan pendidikan tersebut,” paparnya.

Ia menegaskan, metode pengajaran pendekatan Disiplin Positif memfokuskan pada pemberantasan tindakan kekerasan untuk mendisiplinkan siswa, termasuk lewat hukuman fisik, melalui praktek-praktek yang menguatkan perilaku positif.

“Untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas kekerasan, para guru dilarang untuk melakukan kekerasan fisik dan verbal dalam mendisiplinkan siswa mereka, dan dianjurkan untuk mengaplikasikan pendekatan Disiplin Positif,” katanya.

Dengan sosialisasi inilah, lanjutnya, diharapkan, sekolah sekolah yang ditunjuk sebagai piloting tersebut dapat membantu sekolah lain untuk menerapkan hal serupa. Untuk tidak memberikan memberikan hukuman kepada anak-anak peserta didik.

“Kita ingin mencounter disiplin negatif, untuk itu harus ada kesepakatan antara guru dan siswa dengan menerapkan konsistensi di antara keduanya. Dengan begitu, secara bersama sama prestasi anak dapat ditingkatkan,” pungkasnya. (andhiko ta)

Galeri Foto

Testimonials